Islamic Hijri Calendar - Sticky Note

Arsip Web

Kategori

Ahlan Wa Sahlan di Web Blog BEM STIBA Makassar, Salam Ukhuwah Selalu....(Admin http://www.bemstibamakassar.co.nr/)
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Ikhwah. Tampilkan semua postingan



Diantara tanda tanda kebesaran Allah subahaanahu wata’aala adalah Dia menciptakan siang dan malam yang silih berganti, menciptakan langit sebagai atap dan bumi sebagai tempat manusia berpijak. Begitupula Allah subahaanahu wata’aala menciptakan laki laki dan perempuan yang berlainan jenis, kesemuaanya itu adalah agar manusia dapat selalu mengingat dan berpikir bahwa Dialah satu satunya Rabb yang berhak untuk disembah dan Dialah satu satunya Sang Pencipta.
Demikianlah Allah subhaanahu wata’aala telah memberikan kenikmatan kepada manusia yang begitu banyak, agar manusia selalu berpikir akan hak hak Sang Pencipta, Allah Subhaanahu Wata’aala.
Allah Subhaanahu Wata’aala telah banyak mentabih dan mentandzir memberikan peringatan kepada manusia agar mereka senantiasa memikirkan akan kenikmatan kenikmatan yang begitu banyak tersebut. Karena dengan yang demikian itu manusia akan selalu sadar akan kelalaian kelalaian mereka. Allah Subhaanahu Wata’aala berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (١٦٤)

164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Allah juga berfirman:

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ حَتَّى إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَى مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَى ظُهُورِهِمْ أَلا سَاءَ مَا يَزِرُونَ (٣١)وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلا تَعْقِلُونَ (٣٢)

(31). sungguh telah rugilah
orang-orang yang mendustakan Pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan Kami, terhadap kelalaian Kami tentang kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, Amat buruklah apa yang mereka pikul itu.(32). dan Tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
Demikian diantara ayat ayat yang menjelaskan akan bentuk peringatan Allah Subhaanahu Wata’aala akan kelalaian manusia. Namun, firah manusia yang selalu ingin hidup senang, hidup mewah, hidup dalam kekayaan dan kemegahan, membuat manusia lupa diri akan semakin dekatnya hari yang dijanjikan oleh Rabb mereka.
Allah Subhaanahu Wata’aala berfirman:

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ (١)مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ (٢)لاهِيَةً قُلُوبُهُمْ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَذَا إِلا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ (٣)

(1). telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).(2). tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main,(3). (lagi) hati mereka dalam Keadaan lalai. dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: "Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, Maka Apakah kamu menerima sihir itu[*], Padahal kamu menyaksikannya?"
[*] Yang mereka maksud dengan sihir di sini ialah ayat-ayat Al Quran.
Banyak dari kalangan manusia, yang enggan untuk memikirkan betapa di balik semua penciptaan yang sempurna ini terdapat banyak tanda dari tanda tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya. Olehnya Allah Subhaanahau Wata’aala mengabarkan kepada kita tentang tanda tanda ulull Albab yaitu orang orang yang berakal sehat yang akan mendapatkan keberuntungan dan kebahagian di dunia dan di akhirat kelak. Allah subhaanahu Wata’aala berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ (١٩٠)الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (١٩١)

(190) Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(191) yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.
Rasulullah Shallallahu “alaihi Wasallam ketika membaca ayat ini beliau menangis, karena khawatir dari umatnya banyak yang tidak mentadabburi ayat ini.
Jika saja manusia hendak meluangkan sedikit waktunya untuk memikirkan betapa sempurnanya penciptaan Allah Subhaanahu Wata’aala terhadap dirinya, maka sungguh ia akan banyak bersyukur dan akan banyak melinangkan air matanya untuk senatiasa bertaubat kepada Allah akan dosa dosanya. Betapa tidak, semua yang Allah Subhaanahu Wata’alaa berikan pada dirinya akan dimintai pertanggung jawabannya. Mulut, telinga, mata, kaki, tangan dan semua organ organ tubuhnya yang lain akan menjadi saksi di hari kiamat kelak. Hari yang tidak bermanfaat lagi harta dan anak anak, keculai orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.
Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا (٣٦)

36. dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
Masih ada waktu yang Allah Subhaanahu Wata’aala berikan kepada kita untuk senantiasa memikirkan dan bertaubat dari kesalah kesalahan kita semua. Sebelum datang waktu yang Allah janjikan, dimana kita Akan melihatnya dengan Ainul Yaqiin. Olehnya, semoga kita tidak termasuk diantara orang orang yang lalai yang terlena dengan kenikmatan dunia yang fana.

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (١)حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (٢)كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (٣)ثُمَّ كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (٤)كَلا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (٥)لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (٦)ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (٧)ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (٨)

(1). Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,(2). sampai kamu masuk ke dalam kubur.(3). janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),(4). dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.(5). janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,(6). niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,(7). dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin.(8). kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ الأرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالأمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٢٤)

24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya[Maksudnya: bumi yang indah dengan gunung-gunung dan lembah-lembahnya telah menghijau dengan tanam-tanamannya.], dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya [Maksudnya: dapat memetik hasilnya], tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.
Permisalan manusia di dunia ini dengan Tuhan-Nya ibarat penjual dan pembeli. Manusia sebagai penjualnya dan Allah sebagai pembelinya. Jika dagangan manusia itu baik maka Allah Subhaanahu Wata’aala Akan menerima dagangan tersebut dan jika dagangan itu buruk maka Allah Subhaanahu Wata’aala akan menolak dagangan tersebut. Maka perbaikilah daganganmu wahai sekalian orang orang yang beriman.
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (١١١)

111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.
Manusia hanyalah ibarat kumpulan hari hari, ia menjual dirinya untuk membebaskan dirinya dari adzab Allah Subhaanahu Wata’aala atau mengahabiskan potongan hari harinya untuk membinasakan dirinya ke adzab Allah Subhaanahu Wata’aala Dzat yang kepada-Nya semua akan di kembalikan.
Hasan Al Bashri Rahimahullah mengatakan:
يا ابن آدم إنك أنت الأيام إذا ذهب يومك ذهب بعضك

Wahai bani Adam sesungghunya engkau hanyalah kumpulan dari hari hari, jika telah pergi harimu maka pergilah sebagian dari dirimu
Raulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
الطهور شطر الإيمان, و الحمد لله تملأ الميزان و سبحان الله و الحمد لله تملآن أو تملأ ما بين السماء و الأرض و الصلاة نور و الصدقة برهان و الصبر ضياء و القرآن حجة لك أو عليك, كل الناس يغدو فبائع نفسه فمعتقها أو موبقها. رواه مسلم
Bersuci itu adalah separuh dari iman, bacaan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) itu memnuhi timbangan, bacaan subhaanallah (Maha Suci Allah) dan Alhamdulillah itu,keduanya memenuhi antara langit dan bumi. Sholat adalah cahaya, sedekah adalah bukti nyata, kesabaran adalah sinar, sedangkan Al Qur-an adalah hujah yang membelamu atau yang menuntutmu. Setiap menusia berbuat, seakan akan ia menjual dirinya, ada yang memerdekakan dirinya dan ada pula yang membiasakan dirinya. “ ( diriwayatkan oleh imam Muslim)
إن الليل و النهار رأس مال المؤمن, ربحها الجنة و خسرانها النار
Sesungguhnya malam dan siang adalah modal utama kaum muslimin. Keuntungannya adalah surga dan kerugiannya adalah neraka. ( thoifur al baththami )
Sungguh indah apa yang dikatakan oleh seorang penyair:
Engkau begitu terobsesi pada dunia
Apakah engkau tahu wahai manusia yang tertipu
Apa yang engkau kejar?
Jika seseorang terlalu keras berusaha untuk dunianya
Hingga terlalai dari Akhirat, tidak ragu lagi ia adalah manusia yang rugi


Kupersembahkan untuk saudara saudara sekampung halamanku. Ketahuilah bahwa saudaramu yang lemah ini telah bertaubat kepada Allah subhaanahu Wata’aala akan dosa dosanya. Jika kalian melihatku dalam kekelirauan maka luruskanlah dan nasihatilah diriku. Jika aku bersalah pada kalian maka maafkanlah aku karena sesungguhnya aku hanyalah manusaia lemah yang tidak pernah lepas dari kesalahan kesalahan. Namun yang ku tahu adalah bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun. Maka aku meminta maaf kepada kalian semua. Jika waktu esok bukan milikku lagi dan kalian tidak menemuiku lagi maka kuharap kalain tetap mengikhlaskan dan memaafkan segala kesalaahnku.


Akhuukum Fillah: Alfaqiir ilaa ‘afwi Rabbihi
Abu Abdillah Wahyu Al Munawy
(Muhammad Ode Wahyu)

Baca Lebih Lanjut......


oleh : Muhammad Ode Wahyu


Satu hal yang patut dibanggakan oleh kaum muslimin adalah mereka memliki Rabb yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang, Allah subhaanahu wata’aala. Tidak ada satu dosapun yang dilakukan oleh hamba hamba-Nya melainkan Allah subhaanahu wata’aala akan mengmpuni dosa mereka. Itulah salah satu diantara sifat sifat-Nya yang mulia.
Namun, terkdang syaithon dapat menembus benteng pertahanan seorang muslim yang kuat hingga ia menjatuhkannya dalam sebuah kesalahan dan kemaksiatan. Syaithon terus membisikkan kepadanya rayuan dan makarnya hingga muslim tersebut semakin jauh terjatuh terperosok dan akhirnya ia putus asa akan dirinya sendiri.
Manusia tidak sadar bahwa mereka memiliki Allah subhaanahu wata’aala. Dzat yang memiliki segalanya. Dzat yang memiliki langit dan bumi. Dzat yang Maha Kaya. Kepadanyalah semua akan di kembalikan. Kepada-Nya seluruh makhluk meminta tanpa mengurangi sedikitpun dari apa yang ada pada-Nya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam sebuah
hadits qudsi, Allah subhanahu wata’aala berfirman : wahai hamba hamba-Ku, sesungguhnya kalian selalu berbuat kesalahan di siang hari dan malam hari sedangkan Aku mengampuni segala dosa, maka mohon ampunlah kepada-Ku niscaya aku akan mengampuni kalian. Wahai hamba hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak akan dapat menimpakan mudharat kepada-Ku hingga kalian dapat memudharatkan-Ku, dan kalian tidak akan bisa memberikan manfaat kepada-Ku hingga kalian dapat memberi manfaat kepada-Ku. Wahai hamba hamba-Ku, jika seandainya sejak orang yang pertama di ciptakan hingga yang terakhir di ciptakan, seluruh manusia dan jin, keadaannya seperti seorang yang paling bertaqwa diantara kalian, maka hal itu tidak akan menambah kerajaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba hamba-Ku seandainya sejak orang yang pertama diciptakan hingga yang terakhir diciptakan, seluruh jin dan manusia, keadaannya seperti seorang yang paling jahat diantara kalian maka hal tersebut tidak akan mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba hamba-Ku, seandainya sejak orang yang pertama diciptakan hingga yang terakhir diciptakan, seluruh jin dan manusia berdiri disatu tanah lapang, kemudian mereka semua meminta kepada-Ku, kemudian Aku memberikan satu persatu permintaan mereka, maka apa yang ada di sisi-Ku tidak akan berkurang kecuali seperti berkurangnya air laut di samudra yang luas ketika sebuah jarum dicelupkan kedalamnya kemudian jarum tersebut diangkat. (HR: Muslim)
Manusia adalah makhluq yang lemah, namun terkadang rasa sombong dan hawa nafsunya mengalahkan dirinya hingga ia berjalan di atas bumi dengan congkak dan angkuh. Iapun melupakan sesuatu yang berada diatasnya, ia lupa akan kewajiban kewajibannya kepada sesama manusia, terlebih hak hak Allah sunhaanahu wata’aala padanya yang belum ia penuhi. Demikinlah Allah subhaanahu wata’aala menciptkan manusia, sangat lemah, karena dari sifat itulah fitrahnya sebagai manusia ia membutuhkan Dzat yang Maha Besar, Dzat Yang Menciptkan seluruh Alam semesta. Hanya saja terkadang orang orang yang hatinya telah terkena penyakit lalai menghendaki agar manusia semua berpaliang sejauh jauhnya. Allah berfirman:
يُرِيدُ اللَّهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَيَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (٢٦)وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلا عَظِيمًا (٢٧)يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الإنْسَانُ ضَعِيفًا (٢٨)
26. Allah hendak menerangkan (hukum syari'at-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para Nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima taubatmu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana (27) dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran) (28) Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.
Tatkala manausia telah tenggelam dalam lautan kemaksiatan, seolah mata telah menjadi buta, telinga menjadi tuli dan hati tidak dapat lagi merasa. Keindahan dunia menjadikannya lupa akan hakikat diciptakannya dirinya di dunia ini. Namun ternyata Allah subhaanahu wata’aala Dzat yang merupkan Pemilik kerajaan langit dan bumi itu tidak pernah menutup pintu taubat selama nyawa belum berada di tenggorokan atau matahari terbit dari barat.
Rasa sayang-Nya akan hamba hamba-Nya sangat begitu besar hingga dalam sebuah hadits dikatakan bahwa Allah sangat senang tatkala meliihat seorang hamba yang taubat dari dosa dosanya.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
عن أبي هريرو رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال: الله أشد فرحا بتوبة احدكم بضالته إذا وجدها
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: sungguh Allah lebih senang dengan taubat salah seorang diantara kalian daripada senangnya salah seorang yang kehilangan barang kemudian menemukannya. (HR. Bukhari)
Bahkan Allah begitu cemburu saat melihat hamba hamba-Nya berbuat sesuatu apa yang Ia haramkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إن الله يغار و غيرة الله أن ياتي المؤمن ما حرم الله
Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecmburuan-Nya itu tatkala seorang muslim mengerjakan apa apa yang Ia haramkan. (muttafaqun ‘alaihi)
Demikianlah gambaran betapa besarnya rasa sayang Allah suabhaanahu wata’aala pada hamba-Nya, maka sungguh sangat menyedihkan tatkala seorang muslim menukar rasa sayang yang begitu besar tersebut dengan kenikmatan dunia yang tidak lebih berharga dari sebilah sayap nyamuk tersebut.
Dalam sebuah hadits qudsi rassulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah berfirman: Wahai anak Adam, sesungguhnya selama engkau berdoa dan mengharap kepada-Ku, Aku akan megampunimu atas dosa dosamu dan tidak Aku pedulikan lagi. Wahai anak Adam, seandainya dosa dosamu setinggi langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, Aku akan mengampunimu, Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, sungguh Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi pula. (HR: Tirmidzi,dan ia berkata hadist ini hasan)
Oleh karena itu, tidak ada kata, kecuali mulai dari sekarang kita bertaubat kepada Allah subhaanahu wata’aala, mengucapkan kalimat istigfar sebanyak banyaknya, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang. Dunia begitu singkat tak terasa perputaran roda waktu berputar. Hari menjadi bulan dan bulan menjadi tahun dan silih berganti. Setiap hari banyaknya orang yang kembali ke kampung halamannya, negri akhirat. sedangkan maliakat maut telah bersiap siap datang menyapa kita dengan menarik nyawa yang ada dalam tubuh kita, mununggu giliran kita kapan tiba waktunya. Pintu akhiratpun terbuka, antara pintu surga dan neraka sementara kuncinya ada di tangan kita, amal amal yang telah kita perbuat.
Sungguh mengagumkan kisah seorang sahabat yang tatkala sakaratul maut hendak tiba menjemputnya ia menangis, ditanykan kepadanya apa yang membuatmu menangis? Apakah karena sedih akan berpisah dengan sanak keluargamu? Apakah sedih karena harta mu, namun beliau menjawab, sungguh aku takut, setelah ini aku tidak tahu akan kemana, entah itu surga atau neraka, semantara persiapanku masih begitu sangat sedikit.
Allah subhaanahu wata’aala berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (٥٣)
53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Wahai Rabb yang memiliki Kerajaan langit dan bumi, ampunulah kami atas dosa dosa kami karena sesungguhnya kami ini hanyalah manusia yang lemah yang tak berdaya. Wahai Rabb kami jika Engkau menakdirkan aku wafat pada hari ini maka jadikanlah kematianku tersebut dalam keadaan islam dan husnul khaatimah, wahai Rabb kami, jika senadainya Engkau menakdirkan kami wafat pada hari ini maka janganlah engaku mencabut ruh dari diri kami keculai telah Engkau ampuni dosa dosa kami seluruhnya,, wahai Rabb, sesungguhnya kami hanyalah manusia yang lemah Dan engkaulah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Baca Lebih Lanjut......

Islamic Clock

Tegur Sapa

Galeri